Archive for the api dengan api Category

siramlah hatiku dengan api biar kering biar mati..

Posted in api dengan api on June 15, 2010 by sekamarrindu2009

fire ocean

Siramilah hatiku dengan api biar kering biar mati
Di matamu api, tak lagi matahati

Nyalakan seluruh sisa benci biar laut menjadi api
Di mana matahari sudah tak penting lagi
Jemarimu seluruh teluh tajam menikam si jantung hati

Bakarlah seluruh sisa hati biar hitam biar kusam
kata-kata bagikan bisa ular mejalar dalam diri.

hatiku luluh kau tikam cakar
Perahu terkapar di hunus taring yu
Bisa memenuhi seluruh tubuh kini layu

Aku kini pelaut tanpa wajah sekujurku malu
Berlayar aku menuju gelap dengan tutup mata
Tajam bisa menusuk ke hempedu

Ke palung-palung tiada penghuni aku sembunyi
Menutup diri dalam segumpal kisah sunyi
Mati aku tiada peduli esok atau lusa hanyalah sepi
Di lautku semua rupa menjadi hitam, semakin kelam
aku simpan segala kenangan buat pedoman

Di situ tempat telah kita memutus kata untuk bersama
bersama lalui gelapnya jalan demi cinta mencari rupa
saling menanam bahasa rindu meskipun terpaut jarak dan waktu
itu dugaan kita, kataku..

aku seperti batu-batu saling menyusun harapan
hingga menjelma dinding-dinding dan angan-angan
tempat kita saling memahat cita-cita

Siramilah hatiku dengan api biar kering biar mati
perlu sedar tiap-tiap kesempatan yang kita sebut pertemuan
mesti selalu ada sembilu diam-diam di runcing kuku
saling mengunci kata sebagai suara sebagai bunyi
lalu bicara melalui jemari seolah-olah kita tak mengerti, hati.

Siramilah hatiku dengan api biar kering biar mati
atau tikamlah aku dengan tombak sepenuh bisa biar sepi.
Hidup ini terlalu sunyi jika di hela seorang diri, biarlah
tak ada pelangi, tak ada mentari, jiwa sepi tanpa peduli..

Siramilah hatiku dengan api biar kering biar mati
lautan sepi menyimpan duri meikam hati seperti belati
kapal dan perahu siapa peduli, hanyut sendiri membunuh diri..
pasir dan pantai tiada menanti, matilah aku merinai mimpi..

Siramilah hatiku dengan api biar kering biar mati
tikamlah aku dengan tombak sepenuh bisa biar mati biar sepi..
hidup yg tersisa seperti belayar memburu angin, tiada erti.

apapun…..ku tetap mendoakan kebahagiaanmu..


p/s: ………bila cinta dipersenda..