Archive for the tak lepas dari buat silap.. Category

aku bukanlah bintang menerangi gelap malam…

Posted in tak lepas dari buat silap.. on March 5, 2010 by sekamarrindu2009

Aku bukanlah bintang yang menerangi gelap malam. Dan bukan pula daun kering yang berserakkan tertiup angin. Aku adalah seorang pengembara, seorang musfir yang sedang menyusuri dan mencari pelangi di balik kabut hitam. Yang ingin kujumpai di hujung harapku adalah Lentera jiwa, Obor kehidupan yang menerangi setiap langkahku. Aku adalah tarikan nafas lautan. Seperti yang telah ku nyatakan, belajarlah memahami laut, pasti seseorang itu akan memahami kehidupan…jadilah seperti tenangnya air laut, yang menyenangkan sukma, yang menterteramkan jiwa, bukan seperti gelombangnya yang menghanyutkan segala, yang menenggelamkan semua. Belajarlah memahami sang bayu, dengan lembutnya yang menyegarkan tenaga yang menyejukkan jiwa, bukan seperti ributnya yang meruntuhkan segala, yang meranapkan semua..
Aku adalah airmata langit. Aku juga adalah senyuman bumi. Begitu juga Cinta adalah tarikan nafas dari lautan perasaan, air mata langit, dan senyuman dari bumi sang jiwa, Setiap kuletih melangkah, kuhenti sejenak- untuk sekadar mencium harummu, Kusandarkan tubuh ini dan kuselimuti diriku dengan senandung merdu, Senandung yang juga dinyanyikan oleh sungai dan hutan.

Saat jiwaku lapar…kusinggahi “rumah” di setiap jalan yang kulalui, Kuketuk rumah-rumah mereka dengan lonceng-lonceng kehidupan. Aku hendak menyemaikan benih-bunga jiwa yang terangkai dari dasar hati dan kuyakin bumi akan menerimaku dan memberiku wangi bunga, Aku akan membawa impianku sampai ke langit. Dan ku yakin langit akan memberiku apa yang dinamakan cinta.

Tetapi yang kudapati, rumah-rumah itu telah terisi sepasang jiwa, yang sejatinya, ngin kucari. Aku tak ingin memadamkan lentera hati, yang ada dalam sangkar sepasang merpati putih. Kerana ku tahu kecantikan bersinar lebih terang dalam hati orang yang merindukannya, daripada mata yang melihatnya…. kucuba rentangkan kembali sayap patahku… kembali kuterbang,lalu menghilang di balik awan.

Ku tinggalkan tanda mata berupa titis darah dari setiap daun pintu yang kubuka, Sebagai tanda bahawa Aku, si-Jiwa kesepian pernah hadir di sini. Jiwa yang menghembuskan nafas kerinduan. Jiwa yang menyenandungkan kebahagiaan dan nestapa cinta, sipembawa karung kasih bernama harapan….kekadang aku letih apabila berbicara soal harapan.

Dan kuketahui Cinta telah memperlakukanku seperti matahari yang menghidupkan dan mematikan padang-padang dengan panas teriknya. Jiwaku menasihatiku dan mengungkapkan kepadaku bahawa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai, tetapi juga orang yang dicintai…itulah cinta yang sejati…

Sejak saat itu bagiku cinta ibarat jaring laba-laba di antara dua bunga Yang dekat satu sama lain. Cinta menjadi lingkaran cahaya yang tanpa awal dan tanpa akhir. Wahai sukma agung yang terdiam bisu, Dalam keheningan malam, aku mendengar suaranya yang amat merdu. Ketika ku hendak menutup mata ini, masih kurasakan sentuhan jemarinya yang lembut dibibirku…

Di keheningan malam yang dingin, kulepaskan jiwaku agar bisa menari-menari di awan, dan kubiarkan pula jiwaku bermandikan seribu bintang….

Kekasihku, kuharap aku dapat mengatakan kepadamu, apa erti kehadiranmu untukku. Semua itu menciptakan jiwa dalam jiwaku, di saat hatiku hampa dan gementar, aku merasa sangat memerlukan seseorang untuk mengatakan kepadaku, bahwa masih ada hari esok, untuk semua isi hati dan jiwa yang sepi, dan dikau selalu melakukannya untukku….

Wahai para Pencinta…..

Telah kutemui pelangi di balik kabut hitam, serta telah kutemukan kuncup bunga di mahkota duriku… Aku mencintai Terang persis seperti aku mencintai Kegelapan…

Disaat ku terjaga dari tidurku ,
Dirimu hadir di antara bintang-bintang yang ingin kutemui
Kunyalakan lilin, di istana gelap hatiku
Lilin api yang memancarkan cahaya kasih,


Kuambil secarik kertas
Kutulis, lalu kucurahkan semua yang ada di hati.
Engkaulah yang menuntun penaku agar berbicara dengan bahasa hati

Advertisements